Assalammua'laikum wr.wb.

Alhamdulilah,
Pada kesempatan hari ini kita akan membahas,"Perilaku Anak Mencerminkan Orang Tua".

Mungkin kita merasa aneh dengan tingkah laku anak yang mungkin berbeda dengan yang kita ajarkan sehari-hari.
Kenapa? Mengapa ? Bagaimana Bisa?

Semoga Kriteria - Kriteria Yang Saya akan berikan di bawah ini bisa menyadarkan kita semua :

- Berasal darimanakah uang yang kita cari untuk menafkahkan keluarga.

Halalkah rezeki yang kita dapatkan untuk keluarga kita? Karena rezeki yang halal/haram bisa membentuk watak si anak. Mengapa demikian ?
Mari kita renungkan dengan seksama makna yang terkandung di ayat ini :



يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا ۖإِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ


" Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan ". (Al-Mu'minun 51)

Yang dimana maknanya sebagai berikut : makanlah rezeki yang halal dan lakukanlah amalan soleh.Setiap amal soleh seseorang hamba adalah bergantung kepada makanan yang halal. Makanan, minuman dan pakaian yang haram menyebabkan doa seseorang tidak dikabulkan dan diri mudah terjerumus ke lembah maksiat. Lihat hari ini, ramai umat Islam yang melakukan ibadat tetapi masih melakukan maksiat akibat makan makanan yang haram.

Allah berfirman dalam surah Al-Jumu’ah ayat 10 :


فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الأرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُون

" Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung ".

Maksudnya : "Maka bertebarlah kamu di muka bumi dan carilah kamu daripada limpah kurnia Allah”.Rasulullah telah memuliakan para sahabatnya yang mencari rezeki yang halal berbanding dengan yang hidup dengan hanya meminta-minta. Rezeki yang halal menjaga keluarga bahagia,
Apa yang kita makan akan menentukan segala tindakan dan amalan seharian. Rezeki yang halal menjerumuskan seseorang individu ke arah ketaatan kepada Allah, amal soleh dan akhlak mahmudah.
Orang Tua memainkan peranan yang penting dalam hal ini.
Rasulullah SAW bersabda :"Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah (bertauhid), maka kedua orangtuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi." ? (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim).

- Tutur Kata Dan Tingkah Laku Orang Tua Sehari - hari.

Banyak Orang Tua yang ingin anaknya berperilaku sopan dan santun terhadap sesama. Namun,terkadang mereka tidak pernah berintrospeksi diri di kala mencontohkan segala sesuatunya ( baik yang disengaja maupun tidak ) ketika si anak berada di dekat mereka.
Misalkan : " Seorang bapak menyuruh anaknya untuk pergi shalat ke mesjid dengan nada membentak. Namun dirinya enggan melaksanakan shalat ke mesjid dan bertutur kata halus". Disini terjadi ketidakharmonisan antara perintah dan sikap. Jangan heran kalau nanti si anak bakal membalikkan perkataan orangtuanya ( Lah? Bapak sendiri aja tidak pernah shalat berjamaah ke mesijd ).
Alangkah baiknya sebagai orang tua, bisa mengajak sang buah hati dengan tutur kata yang baik dan mengajarkannya dengan tindakan nyata.

Semoga kita mengambil hikmah dari ulasan hari ini.
Apabila ada pertanyaan,kritik dan saran silahkan berkomentar di kolom komentar atau bisa ke FansPage Sprit Of Islam

Wabillahi taufik wal hidayah wassalamu a’laikum warahmatullahi wabarakatuh


* Apabila Ingin dishare,sertakan link sumbernya 

Post a Comment

Berkomentarlah Secara Bijak Dan Membangun.

Lebih baru Lebih lama