Jangan Merasa Dirimu Suci
Zaman semakin tua. Kita seperti melintasi medan waktu yang terbalik. Coba kita renungkan sejenak tentang perjalanan waktu yang sudah tersirat dalam ayat-ayat suci Al-Qur'an.
Bukankah kita seperti mengulang kesalahan orang-orang terdahulu atau lebih dikenalnya dengan zaman JAHILIYAH MODERN ??Ketika kita berusaha lepas dari KEJAHILIYAH-an (kebodohan). Godaan selalu menjadi momok menakutkan. Entah itu dari Harta,Tahta maupun WANITA / PRIA.
Kita sering mendengar kata, " Jangan Sok Suci deh lo ! ". Tatkala saat ada orang yang mencoba mengingatkan kebaikan ataupun disaat mereka mengajak dalam kesesatan.
Namun,disisi lain. Kita seperti tenggelam dalam mengikuti kebiasaan masyarakat luar sana.
Apa saja kebiasaan-kebiasaan tersebut ?
- Seringkali kita selalu berselfie ria saat menghadiri pengajian, shalat ataupun ketika BAKSOS ( Bakti Sosial ) dan menguploadnya ke media sosial dengan tujuan supaya orang yang melihatnya menyanjung kita.
- Saat membeli makanan dan akan memakannya, kita selalu memfoto dan menguploadnya ke media sosial dengan tujuan riya.
Mari kita simak penjelasan yang ada di Al - Qur'an Surah An-Najm : 32.
الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ ۚ هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَإِذْ أَنْتُمْ أَجِنَّةٌ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ ۖ فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ
"Maka janganlah kamu merasa dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa." (QS. An-Najm : 32).
Maksud dari penggalan ayat tersebut ialah kita tidak boleh merasa paling benar, paling bersih
atau bahasa kerennya " Maha Segala - galanya " dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam rumah tangga sekalipun.
Seperti dalam cerita masyarakat,
Ada 2 orang pemuka agama. Ketika mereka melihat ada hal yang menyimpang dalam tatanan masyarakat dalam waktu dan tempat berbeda. Katakanlah si A melihat perjudian di halaman rumah salah satu warga. Beliau hanya lewat dan menyindirnya lewat pengeras suara tanpa adanya ajakan dan mengingatkan kalau perbuatan tersebut adalah tidak baik dan HARAM. Apakah masyarakat tersebut akan tersadar dengan perbuatannya? Jawabnya , " Tentu Tidak ". Malahan semakin menjadi.
Ketika si B sedang berjalan dan melintasi salah satu gang yang menuju rumahnya. Beliau melihat di gang tersebut ada praktek prostitusi dengan berdirinya rumah bordil. Beliau tidak melakukan seperti hal nya si A. Beliau mendatangi rumah tersebut dan berbaur dengan mereka. Tanpa mereka tahu siapa sebenarnya si B ini. Si B ini seringkali berinteraksi dengan mereka dengan disisipi sedikit demi sedikit tausiyah. Akhirnya,dengan metode tersebut. Warga tersebut menutup kegiatan tersebut.
Initinya, kita jangan merasa jijik apalagi sok SUCI dengan dalih pembenaran apapun.
Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan :
" Jangan kalian puji diri kalian (membanggakan diri) dan bersyukur pada diri kalian serta menyanjung-nyanjung amalan kalian ".
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa ketika Rasulullah saw. sedang shalat, lewatlah beberapa orang di hadapan beliau dengan bersikap sombong. Ayat ini (An-Najm: 59-62) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, sebagai teguran kepada orang-orang yang bersikap demikian.
Media Sosial merupakan godaan terbesar saat ini untuk melaksanakan perintah Allah SWT tersebut. Membanggakan diri, menyanjung amal, atau pamer kebaikan dan kesuksesan menjadi fenomena di media sosial.
Semoga Allah SWT memberi kita kekuatan untuk tidak 'ujub, takabur dan merasa suci. Amin...! Wallahu a'lam bish-shawabi.

Amin..
BalasHapusSemoga saya dan semua keluarga saya dijauhkan oleh allah dengan sifat" yang dibencinya. Mencoba selalu merendahkan diri dan lapang dada dengan segenap hati.
Cocok sekali min zaman now = zamannya jahiliyah modern... Emang suka miris dengernya tujuan mau mengingatkan kebaikan malah jadi dibully dengan kata2 so suci dll ... 😭😭😭
BalasHapusDapat kita simpulkan dari ayat diatas bahwa sanya kita adalah makluk yang paling hina maka janganlah menganggap kalo diri kita suci terutama dari dosa,saya juga pernah membaca hadist yang artinya"wujutmu adalah dosa bagimu"
BalasHapusBener banget tuh, kalo soal medsos, karena banyak yg bikin status hanya untuk pamer bukan sebagai penyebar kebaikan atau hal positif
BalasHapusSungguh miris melihat kenyataan zaman sekarang. Sampai pernah disinggung oleh Imam Syafi'i dalam syairnya :
BalasHapus" Berilah nasihat kepadaku ketika aku sendiri,
dan jauhilah memberikan nasihat di tengah-tengah keramaian
karena nasihat di tengah-tengah manusia itu termasuk satu jenis
pelecehan yang aku tidak suka mendengarkannya
jika engkau menyelisihi dan menolak saranku
maka janganlah engkau marah jika kata-katamu tidak aku turuti ".
Jazakallahu Khairan atas penjelasan dalam artikelnya.
Semoga Allah swt memberikan kesehatan selalu kepada penulisnya,aaamiiinnn
Posting Komentar
Berkomentarlah Secara Bijak Dan Membangun.