Terpanjat puji syukur ke Hadirat Allah SWT dan Shalawat serta salam kepada Nabi Junjungan Kita Baginda Nabi Muhammad SAAW,
Dalam artikel ini, Kita akan mengetahui Hukum dan dasar tentang, " Tata Cara Dakwah Dalam Pandangan Islam".
Sering Kita jumpai di dalam kehidupan masyarakat disaat ketika Kita menghadiri acara - acara Islami. Didalamnya sering jua Kita dengarkan Dakwah yang mengisi relung - relung kalbu. Ada yang berdakwah secara lantang dan menggebu-gebu. Namun, ada jua yang menyampaikan dakwah dengan bahasa kelembutan tapi mengena di dalam hati.
Agar Kita tidak salah dalam mengartikan semua itu. Mari Kita simak artikel di bawah ini.
Islam datang ke dunia ini bukan untuk menyempurnakan agama-agama Allah SWT sebelumnya. Akan tetapi, lebih kepada perbaikan Akhlak. Hal ini diperkuat dalam hadits,
إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ
Artinya: “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.” (HR Al-Baihaqi dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu).
Hal ini juga diperkuat dalam Al-Qur'an Surat Ali Imran ayat 159,
"Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawaralah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal." (QS. Ali-Imran ayat 159)
Dalam hal ini, Allah SWT sampai mengisahkan dalam Al-Qur'an Surat Thaha ayat 44 tentang penyampaian dakwah Nabi Musa a.s. dan Nabi Harun a.s. harus berlemah lembut kepada Fir'aun ( meski tahu kalau Fir'aun tersebut merupakan orang yang paling menentang agama Allah SWT ).
"Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan Qulan Layina", kata-kata yang lemah-lembut. (QS. Thaha: 44).
Qaulan Layina itu sendiri berarti menyampaikan segala sesuatu dengan bertutur kata lemah-lembut, dengan suara yang enak didengar, dan penuh keramahan, sehingga membuat hati orang tergerak di dalamnya.
Adapun pengartian lain dari kata Layina itu sendiri yaitu seperti penjelasan di dalam Tafsir Ibnu Katsir yakni kata kata sindiran, bukan dengan kata kata terus terang atau lugas apalagi kata-kata kasar.
Ayat tersebut juga merupakan acuan untuk memberi peringatan dan melarang sesuatu yang munkar dengan cara yang simpatik melalui ungkapan atau kata-kata yang baik dan hendaknya hal itu dilakukan dengan menggunakan perkataan yang lemah lembut, lebih-lebih jika hal itu dilakukan terhadap penguasa.Bukan dengan kata-kata kasar yang dapat memecah belah Umat. Seperti yang telah dijelaskan dalam Tafsir Al-Qurtubi.
Semoga melalui artikel yang singkat ini, Kita dapat kembali lagi ke dalam Islam secara Kaffah.
Berpegang teguhlah ke dalam dua acuan ini yakni Al-Qur'an dan Hadits seperti yang telah disampaikan Baginda Rasullulah sebelum meninggal dunia.

Posting Komentar
Berkomentarlah Secara Bijak Dan Membangun.